mееt аttrасtivе рrеttу раssiоnаtе bеаutу уоu саn hеrе.

26 03 2020

http://arrayahminds.loveal.ru – mееt аttrасtivе рrеttу раssiоnаtе bеаutу уоu саn hеrе.





Islamic Clock

4 07 2010





Islamic Calendar

4 07 2010





Kaum Muslim Kirgistan Korban Konflik Kekuasaan Antara Rusia dan Amerika

30 06 2010

Tidak adanya pernyataan tentang intervensi militer Rusia di bagian selatan negara itu oleh Presiden Interim Kirgistan, Roza Otunbayeva, tidak lain hanya menunjukan bahwa negaranya yang mayoritas penduduknya Muslim akan tetap setia dan loyal kepada Rusia, meskipun secara resmi telah memisahkan diri dari Uni Soviet.

Bahkan telah ada permintaan dari Kirgistan agar ada intervensi militer Rusia, setelah pemerintah interim menyatakan ketidakmampuannya untuk menghentikan kekerasan etnis yang berkobar di selatan negara itu antara etnis Kirgis dengan etnis Uzbeks. Kekerasan itu telah menyebabkan sedikitnya 62 orang meninggal dan ratusan lainnya menderita luka-luka, terutama karena pemerintah interim yang baru tidak mampu menjalankan kendali pemerintahan kecuali hanya dua bulan, yang berada dalam bayang-bayang merebaknya korupsi di lembaga negara.

Melalui berbagai insiden yang terjadi di Kirgistan tampak bahwa ada tangan-tangan tersembunyi yang mengacaukan stabilitas negara Islam yang memiliki posisi strategis dekat Rusia, Cina, Turki dan Afghanistan ini, di mana Amerika Serikat sangat bergantung kepadanya dalam pengiriman peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan oleh pasukan pendudukan di Afghanistan. Sementara Rusia melihatnya sebagai Republik independen dari bekas Uni Soviet, namun dalam hal pemerintahan tetap setia dan loyal kepada Rusia.

Meskipun jumlah penduduk negara ini tidak melebihi enam juta jiwa, namun pemerintah interim tidak mampu menjaga keamanan dan stabilitas beberapa hal, khususnya keberadaan konflik regional yang sedang berebut pengaruh di negara ini, utamanya antara Amerika Serikat dan Rusia.

Dan hal itu diperkuat oleh berbagai laporan terkait komentar yang dibuat pemerintah interim yang pro Rusia, yang menuduh saudara-saudara Presiden Kirgistan yang digulingkan, Kurmanbek Bakiyev, yang pro Amerika Serikat berada di balik kekerasan di Selatan negara itu, terutama di kota Osh yang dipadati oleh etnis Uzbeks.

Dalam hal keterkaitan ini diperkuat oleh sejumlah pengamat bahwa kedua negara Islam, Kirgistan dan Uzbekistan sedang di ambang kejatuhan ke dalam perangkap Barat, yang menarik keduanya dalam sebuah perang hingga memungkinkan masuknya kekuatan pendudukan asing ke dalam kedua negara ini, seperti yang sebelumnya terjadi antara Irak dan Kuwait, dan sebelumnya lagi antara Irak dan Iran.

Jika kita melihat sejarah kota Osh, kita menemukan bahwa mereka pada tahun 1990 telah masuk dalam sebuah konflik antara etnis Kirgis dan etnis Uzbeks. Dan kota itu merupakan basis pendukung oposisi Kirgistan sekarang dan pendukung pemerintah sebelumnya.

Pengaruh Rusia mulai menyusup ke dalam Kirgistan sejak tahun 1918 hingga semua wilayahnya jatuh di bawah pemerintahan Soviet pada tahun 1936. Dan penjajahan Rusia ini turut menciptakan perubahan dalam budaya dan ekonomi Kirgistan, dimana penjajahan Rusia telah mengubah tulisan Kirgistan yang terdiri dari huruf Arab menjadi huruf Rusia pada tahun 1941.

Pada bulan Agustus 1990 terjadi bentrokan pertama antara etnis Kirgis dan etnis Uzbeks di kota Osh. Dan hal itu terus berlangsung selama dua bulan sampai terpilihnya Askar Akayev yang pro Rusia pada bulan Oktober di tahun yang sama, dan tetap berkuasa hingga tahun 2005, sebelum kabur ke Rusia setelah oposisi merontokkan kekuatan pemerintahannya. Sehingga konflik antara pendukung dan oposisinya berlangsung dan menyebar di ibukota.

Setelah itu Kurmanbek Bakiyev yang pro Amerika Serikat terpilih sebagai Presiden Kirgistan sampai April 2010, sebelum digulingkan oleh oposisi yang memaksanya untuk melarikan diri dari ibu kota ke kota Osh, untuk menandatangani perjanjian yang mengharuskannya keluar dari negara dan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah interim yang dipimpin oleh Otunbayeva.

Republik Kirgistan berada di Asia Tengah, dan berbatasan langsung dengan Cina, Tajikistan, Uzbekistan dan Kazakhstan. Kirgistan berhasil memerdekakan diri dari Uni Soviet pada akhir tahun 1991, dan Bishkek sebagai ibukotanya.

Jumlah penduduk Kirgistan sekitar 5,5 juta orang, dimana 80% dari mereka adalah Muslim, 18% berafiliasi dengan Gereja Ortodoks Rusia, sedang yang 2% sisanya penganut Yahudi dan agama (keyakinan) lainnya.

Sedangkan Uzbekistan adalah negara terbesar di Asia Kecil, di mana jumlah penduduknya hampir 28 juta orang, dengan Tashkent sebagai ibukotanya. Dan termasuk dalam perbatasan Uzbekistan adalah Republik Karakalpakstan, yang juga meliputi sembilan provinsi dengan pemerintahan otonom, yaitu Bukhara, Samarkand, Tashkent dan Khorezm, serta dikelilingi oleh beberapa negara republik, seperti Kazakhstan, Turkmenistan, Kirgistan, Tajikistan. Jumlah penduduk Uzbekistan yang Muslim mencapai angka 88% dari jumlah total penduduk. Uzbekistan berhasil mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1991. Sedang ideologi yang menjadi asas perundang-undangannya adalah demokratis sekuler (alalam-news.com, 23/6/2010).





AS akan Bangun Pusat Latihan Militer di Tajikistan

27 06 2010

DUSHANBE -Negara Abang Sam berencana membangun fasilitas untuk pelatihan tentara setempat di negara bekas Soviet di Asia tengah Tajikistan, kata duta besar AS di negara itu. Pernyataan tersebut disampaikan 25 Juni lalu..

“Rencana itu, hampir 10 juta dolar AS untuk membangun pusat pelatihan nasional bagi pasukan bersenjata Tajikistan,” jelas Ken Gross kepada wartawan pada keterangan pers singkat di ibukota negara itu, Dushanbe, seperti dikutip AFP.

Menurut Gross, fasilitas itu akan dijalankan oleh tentara garda nasional Tajikistan dan tidak ada tentara AS yang akan ditempatkan di pusat tersebut, meskipun ia mengatakan personil militer AS dapat dibawa masuk untuk membantu dalam pelatihan. “Jika diminta, kami mungkin akan memiliki orang yang masuk untuk membantu dalam misi pelatihan itu,” ujar dubes AS tersebut.

AS dalam beberapa tahun terakhir telah membangun fasilitas-fasilitas pelatihan, membiayai program militer dan membuka pangkalan udara di republik-republik bekas Soviet di Asia tengah yang strategis.

Negara-negara itu termasuk Georgia dan Azerbaijan di Kaukasus dan juga Uzbekistan dan Kyrgyzstan di Asia tengah. Pangkalan udara AS di Uzbekistan telah ditutup oleh Presiden Islam Karimov pada 2005.

Rusia mengawasi hubungan militer antara AS dan tetangga-tetangganya bekas Soviet itu, pelanggaran batas strategis AS yang dirasakan terhadap apa yang Kremlin telah lama anggap sebagai “lingkungan pengaruh”-nya itu.

Pusat pelatihan di Tajikistan dijadwalkan untuk dibuka pada 2011, meskipun tidak ada kontrak yang telah ditandatangani dengan pemerintah Tajikistan, kata Gross. (republika.co.id, 26/6/2010)





Ribuan Muslim Kosovo Protes Pelarangan Jilbab

27 06 2010

PRISTINA- Lebih dari 5.000 wanita berjilbab turun ke jalan  di ibukota Kosovo, Pristina, guna memprotes kebijakan baru pemerintah yang melarang siswi Muslim memakai jilbab di sekolah negeri. Para pemrotes membawa poster bertuliskan ‘Hentikan Diskriminasi’ dan ‘Jangan biarkan negara melawan Kami’. Mereka mendesak pemerintah untuk mengubah kebijakan itu dan mengizinkansiswa memakai simbol keagamaan di sekolah.

Pemimpin unjukrasa, Halil Kastrati, yang memperoleh gelar studi Islam di Damaskus dan sekarang menjadi Direktur Badan Amal Yatim Piatu di Pristina, mengatakan, akan terus melakukan gerakan damai hingga hak-haknya berjilbab para muslimah diberlakukan kembali. “Kami akan menggunakan segala cara damai untuk mencapai tujuan kami, kecuali mereka memaksa kita untuk bertindak dengan cara yang berbeda,” kata Kastrati.

Pemerintah Kosovo mengeluarkan larangan itu sekalipun 90 persen penduduknya beragama Islam. Bekas Provinsi Serbia ini menyatakan kemerdekaannya pada 2008 lalu. Sejauh ini baru 69 negara mengakui Kosovo sebagai sebuah negara. Kosovo juga belum menjadi anggota PBB.

Departemen Pendidikan Kosovo, yang mengeluarkan peraturan tersebut mengatakan, keputusan ini sesuai dengan konstitusi, di mana setelah dinyatakan merdeka dua taun lalu, Kosovo dinyatakan sebagai negara sekuler. “Keputusan ini sesuai dengan konstitusi negara,” kata Menteri Pendidikan Enver Hoxhaj, mengacu pada klausul yang menyatakan bahwa Kosovo ‘adalah negara sekuler dan netral dalam hal keyakinan agama’.

Sebagaimana diketahui, Amerika mengakui kemerdekaan Kosovo dan didukung sebagian besar negara Uni Eropa. Hanya, pengakuannya atas kemerdekaan negara ke 193 dunia itu diiringi dengan dorongan menjadikan negara berpenduduk mayoritas Muslim ini menganut paham sekularisme. (republika.co.id, 26/6/2010)





RootKit: Digital Voodoo (Bagian 1)

27 06 2010

ROOTKIT pertama kali diperkenalkan pada sistem operasi SunOS oleh Lane Davis dan Steven Dake. Teknologi ini digunakan para Root pada Unix (setara dengan Sistem Administrator pada Windows) untuk recovery (mengembalikan) password root yang mereka lupa. Untuk dapat mengembalikan password root tidaklah mudah karena butuh otorisasi dan akses tak terbatas pada sebuah sistem. Akhirnya ditemukanlah teknologi khusus yang mampu melakukannya yang di kemudian hari dikenal dengan istilah rootkit ini.

Istilah Rootkit kian terkenal setelah ada sebuah perusahaan musik kelas dunia yang mengaplikasikannya untuk mengamankan CD musiknya dari pembajakan. Kasus ini menjadi sebuah skandal yang sangat menghebohkan karena meski tujuannya menghindari pembajakan, penggunaan teknik ini memudahkan aplikasi jahat menumpang rootkit yang ditanam perusahaan musik tersebut.

Teknik rootkit memang rawan digunakan untuk kepentingan jahat. Jika Anda masih ingat, virus seperti Alman atau Bacalid yang menggunakan teknik rootkit begitu sulit dideteksi.  Aplikasi removal- nya tidak bisa menuntaskannya 100% karena virus program jahat yang menggunakan teknologi rootkit berjalan resident dan sulit dideteksi. Ia berjalan secara kasat mata, diam tanpa suara, dan melakukan serangan tanpa pernah Anda ketahui. Tidak heran jika banyak yang menganggap rootkit seperti voodoo dalam dunia komputer. Padahal, rootkit pada dasarnya adalah sebuah teknologi dan dapat digunakan untuk keperluan yang baik dan bermanfaat. Contohnya adalah penggunaan rootkir pada aplikasi antivirus, firewall, software protection, DRM (Digital Right Management), maupun aplikasi simulasi media cakram seperti DaemonTools. Masalahnya, teknik rootkit juga bisa digunakan untuk membuat aplikasi jahat yang sulit ditanggulangi.

Macam-macam Rootkit

Seperti halnya virus, rootkit juga memiliki banyak varian. Diklasifikasikan berdasarkan target yang diserang, rootkit dibagikan menjadi 6 macam, yaitu:

1. Application Rootkit
Rootkit yang dibuat dengan memodifikasi kode binari dari sebuah aplikasi secara langsung atau yang biasa disebut sebagai binary code patching. Rootkit jenis ini biasanya ditemukan pada malware jenis trojan untuk menginjeksikan virus ke dalam sebuah object atau sistem.

2. Library rootkit
Ini merupakan rootkit yang menyasar library. Library sendiri adalah file seperti sebuah pustaka fungsi yang telah dikumpulkan menjadi satu dengan maksud untuk memermudah programmer dalam membuat dan mengembangkan sebuah aplikasi. Library ditandai dengan akhiran “dll” seperti “kernel.dll”.

3. Kernel Rootkit
Kernel rootkit merupakan jenis rootkit yang lebih mengerikan dari jenis sebelumnya. Kernel rootkit berjalan pada level kernel (modus
tak terproteksi), atau pada sistem arsitektur x86 dikenal dengan istilah ring 0. Soal bagaimana rootkit ini bekerja akan kami sajikan pada InfoKomputer bulan depan.

4. Bootloader Rootkit
Adalah jenis rootkit yang bersemayam pada MBR (Master Boot Records), sehingga mampu mengendalikan jalannya booting sistem operasi. Rootkit jenis ini dikenal juga dengan nama Bootkit atau “Evil Maid Attack”,

5. Hypervisor Level Rootkit
Rootkit jenis ini mampu memvirtualisasikan sistem operasi asli sehingga menjadi guest operating system, sehingga seluruh kendali pada sistem operasi dapat diambil alih oleh rootkit jenis ini. Salah satu rootkit yang sudah ada berjenis ini adalah SubVirt, adalah Virtual machine berbasis rootkit yang dikembangkan oleh Microsoft dan Universitas Michigan.

6. BIOS rootkit
BIOS rootkit disebut juga dengan firmware rootkit, merupakan rootkit paling mengerikan yang berada pada level paling dalam, hidup di lingkungan firmware dan mulai aktif ketika semua aktifitas inisialisasi awal komputer terjadi.

Penanggulangan
Ada beberapa cara untuk membersihkan program jahat yang menggunakan teknologi rootkit pada komputer yang telah terinfeksi. Namun metode yang digunakan bergantung pada jenis rootkit yang menginfeksi, sehinggga penanggulangannya agak sulit apabila kita tidak bisa secara pasti mengetahui rootkit jenis apa yang mungkin sedang menginfeksi komputer kita. Untuk mendeteksi rootkit, Anda sebaiknya menjalankan komputer yang terinfeksi sebagai slave dan gunakan sistem operasi PE (preinstalled environment) atau liveCD untuk menginvestigasinya. Ada sangat banyak tipe sistem operasi LiveCD ini seperti DSL (Damn Small Linux) –pernah dibundel pada DVD bawaan majalah Infokomputer edisi  yang lalu– dan masih banyak lagi. Lakukanlah scanning menggunakan software khusus yang didesain untuk membersihkan rootkit, kemudian lakukanlah investigasi pada area-area yang rawan dihuni oleh rootkit. Karena pembersihan rootkit merupakan operasi yang dekat sekali hubungannya dengan konfigurasi sistem, saya sarankan mintalah pertolongan pada orang yang sudah ahli untuk melakukannya. Apabila tidak berhati-hati, akibatnya akan sangat fatal.

AVI vs Rootkit
Untuk saat ini AVI belum didesain untuk menghadapi rootkit, tetapi kami akan terus mengembangkan AVI agar memiliki fitur anti rootkit. AVI sendiri saat ini sedang dalam masa transisi atau pengembangan ke versi terbaru (versi 3), yang salah satu fiturnya adalah Anti-Rootkit. Tidak cuma itu, AVI versi 3 juga memiliki banyak fitur baru yang akan mengoptimalkan keamanan komputer Anda dari serangan program- program jahat. Tunggu saja tanggal mainnya.

Bulan depan, kami akan jelaskan secara lebih detail mengenai cara kerja masing-masing rootkit yang kami  jelaskan di atas. Jadi, jangan lewatkan!