Sepak Bola Mengancam Kesehatan

25 06 2010

Apa sich yang ditunggu-tunggu para maniak bola? Jelas Piala Dunia alias Pildun jawabannya. Wah… Udah nunggu berbulan-bulan sampai bertahun-bertahun hanya untuk pesta bola akbar dunia. Apalagi bulan Juni ini yang paling ditunggu-tunggu kedatangannya oleh para penggila bola di seluruh dunia. Acara yang sudah menjadi “kewajiban ritual” empat tahunan para insan penggila bola. Suasana World Cup sebenernya sich udah terasa setahun ini. Gaungnya pun di televisi makin menggelegar, tak ayal mereka mondar mandir mempersiapkan segala sesuatunya buat perhelatan besar ini. Malahan hampir seluruh stasiun televisi itu ngitung dari mundur hari-hari menjelang World Cup.

Bagi para penggila bola, so pasti mereka udah mulai nyari-nyari bocoran jadwal sampai dini hari sebelum perhelatan itu berlangsung. Bahkan mereka juga ada yang mulai meneliti, menganalisis sampai bermalam-malam buat kemenangan tim yang mereka damba-dambakan (Nggak nyambung kale… Mereka aja bukan pelatih! Hehehe… Ngalah-ngalahin para komentator handal di televisi aja. Hahaha…). Wuih, sungguh luar biasa saking semangatnya mereka juga sampe menebak-nebak siapa yang akan menjadi juara nantinya.

Ternyata sepak bola sekarang bukan sekadar olahraga aja, tapi juga udah menjadi life style alias gaya hidup bagi para pemain dan para fansnya. Malahan anak-anak muda banyak yang ngomong kalo nggak nonton bola kagak gaul. Pokoknya Pildun buat cerita yang dramatisir, cerita sedih, seneng, bahagia dan cerita bunuh diri bahkan nggak cuma itu aja yang luar biasanya banyak yang nyerempet ama ideologi loh. Wah… Makanya kite kudu ngejaga diri kite, jangan diambil sisi positifnya sisi gelapnya ternyata lebih buanyak. Kita kudu harus ati-ati ama yang namanya sepak bola. Harus…..

Misalnya:

  1. Bahaya banget bagi kesehatan. Kalo sepak bolanya sih bagus apalagi latihan terus bisa buat badan kita sehat. Terus apa iya??? Ya jelas bahaya lah wong ngelihatnya aja 5-10 jam tiap hari. Belum lagi mata kita berkunang-kunang, kurang tidur, dan laen-laen. Pokoknya banyak banget deh….
  2. Nggak cuman bahaya bagi kesehatan badan kita ternyata sepak bola juga banyak berdampak pada kesehatan finansial kita. Nggak sedikit para penggila bola yang tadinya berkantong tebel, setelah pildun mereka berkantong tipis, tergoda untuk membeli merchandise atau accessories buat ngedukung tim mereka. Malahan ada juga yang ikut-ikutan kuis  SMS, selain menghabiskan pulsa, hati-hati juga kalo kuisnya itu judi terselubung. Apalagi ada taruhan-taruhan sama temen, mulai dari taruhan semangkok mie sampe milyaran rupiah, itu semua kan haram.
  3. Sepak bola ternyata bahaya juga bagi kesehatan jiwa. Tahu nggak yang kita tonton itu bukan sekedar bola tapi juga lifestyle-nya. Gaya hidup para pemain bola yang hedonis, serba gemerlap, cerita sex, belum lagi banyak diantara mereka yang nge-drugs, mabuk-mabukan, judi. Bahkan menurut data di harian Kompas pada piala dunia 2006 yang lampau, di Jerman sekitar 400.000 para pekerja seks Jerman legal alias terdaftar alias resmi yang sudah siap menyemarakkan pesta dunia World Cup. Terus gimana ya ama yang belum terdaftar alias illegal? Pastinya lebih banyak. Jangan-jangan Piala Dunia ini emang udah gile bener!!!

Belum lagi fanatisme buta supporternya alias ta’ashub. Mari kita ingat-ingat suatu tragedi berdarah Piala Dunia antara El Savador dengan Honduras pada tahun 1969, yang mengakibatkan sekitar 2.000 orang mati gara-gara sepak bola pada babak kualifikasi Piala Dunia 1970. Belum lagi di Indonesia hampir setiap pertandingan mereka menunjukkan ta’ashubnya kayak VIKING, THE JAK Mania, Bobotoh, Aremania, BONEK yang biasa merusak fasilitas umum, de el-el.

Berapa milyaran uang negara melalui APBN/APBD yang disumbangkan melaluui PSSI dan klub-klub sepak bola daerah, jangan-jangan anggarannya lebih besar buat ngurusin bola daripada rakyatnya, pendidikannya, kesehatan, pengentasan kemiskkinan. Belum lagi perusahaan BUMN yang jor-joran ikut nyumbang pendanaan sepak bola.

Selain itu, di mata kapitalis inilah saatnya untuk meninabobokan kita dengan hingar bingar seputar sepak bola. Malahan masalah-masalah yang kita anggap penting baget buat kemajuan negeri ini seperti kasus Bank Century, Kasus Video Ariel-Luna Maya-Cut Tari, kasus BLBI dll. malah disengaja untuk dibiarkan begitu saja.

Setelah selesai perhelartan World Cup entah siapa yang akan menang apakah Brazil, Argentina ataukah yang lain. Yang pasti yang paling menang adalah Kapitalisme, merekalah sang juara sejati yang meraup keuntungan dari segala penjuru dunia dan segala vara yang bikin masyarakat dunia dibuatnya. Makanya kita sebagai remaja muslim harus jeli dengan ini semua, agar kapitalisme nggak bikin kita jadi gila beneran. Hehehe…

Taufiqur RohmanPilDun


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: